TERBUKTI !!! METODE IRHAMNA MAMPU MENCETAK HAFIDZ/HAFIDZOH KURANG DARI 6 BULAN

TERBUKTI !!! METODE IRHAMNA MAMPU MENCETAK HAFIDZ/HAFIDZOH KURANG DARI 6 BULAN

Assalamualaikum ..`

Nama: Mutia Fatmawati

Umur: 19 tahun

Program yang di ikuti: SUPER DAHSYAT

Lama menghafal: 5 bulan 15 hari

Berikut ini saya paparkan segala curahan hati .

 

Ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di pondok ini (pesantren tahfidz irhamna bil qur’an) ada banyak kisah-kisah yang saya alami, berupa suka dan duka.

Kesedihan kerap kali menghantui diri ini, gak betah lah, pengen pulanglah ! itu mah wajar karena membiasakan dari kehidupan di rumah dengan di pondok itu berbeda, penuh dengan kemandirian, tapi alhamdulillah karena diri ini telah mengalami lingkungan pondok juga sebelumnya, jadi mulai terbiasa dalam menyikapi segala problem yang ada di pesantren dari sering berbeda pendapatlah, susah dalam belajarlah, ngantuk, di marahin musyrif atau keluarga pondoklah … mantaaappp.

 Tapi sebagai seorang santri tentu harus bisa menerima (qonaah) tetap berfikir positif bahwa semua itu adalah proses mendewasakan diri.

Suka cita yang saya alami di pesantren ini adalah ketika bercanda dengan teman akrab sesama santri dan sering keluar guyonan yang membuat perut ini menjadi bergejolak penuh dengan pengalaman-pengalaman baru yang menarik belum pernah di dapat sebelumnya.

 Kisah ketika saya mengalami proses menghafal banyak sekali warna-warni rasa yang berbeda.

 Rasa pahit => ketika saya menghafalkan dengan persiapan yang menurut saya sudah matang tapi malah blank dan lupa yang akhirnya hafalan itu tidak di terima oleh musyrifnya .

Rasa sedih => ketika ada ayat-ayat yang sulit untuk di hafal contohnya di surat al-baqarah juz 2 halaman belakang aduh sampai nangis-nangis.

 Rasa haru => ketika saya di timpa sakit, tapi pengen selalu setor karena merasa punya hutang ,tapi saya coba untuk bangkit walaupun fisik ini sudah tak berdaya ,apalah daya semua saya pasrahkan pada sang khaliq karena jasad ini milik allah  ,karena allah tidaklah menguji suatu kaum kecuali dengan kemampuannya sendiri,ketika itu saya pasrah ,karena kalu tidak di paksakan, penyakit mah manja malah akan terus bersarang kalau tidak ada paksaan.

 Rasa jenuh => ketika selalu di tempatkan dalam waktu yang itu-itu aja sehingga menimbulkan sifat jenuh,bosan,lelah,letih sampai-sampai suara parau dan habis karena sering mengeluarkan nada yang tinggi ketika menghafal.

Rasa manis => ketika semua cobaan tadi perlahan menghilang karena kebiasaan ,yang membuat perasaan ini menjadi menyenangkan, dan menimbulkan kerinduan ketika di marahin musyrif ketika belajar fasohah, sering di banding-bandingkanlah, kerinduan ketika setor hafalan, ketika ngantuk dan ketika mempersiapkan hafalan banyak cobaan yang menerpa, semua itu memang indah pada akhirnya.

Dan Alhamdulillah ... puji syukur atas nikmat agung yang telah Allah karuniakan. Saya dapat menyelesaikan hafalan qur’an 30 juz dalam waktu kurang dari 6 bulan. Sekarang saya sedang mengikuti program percepatan membaca kitab serta pendalaman materi fiqh syariah, selama 6 bulan saya akan di karantina untuk mengikuti program kitab dan tafsir. Do’a kan .... 



3 Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur’an

Hadits menurut bahasa bermakna baru. Hadits juga punya makna “sesuatu yang dibicarakan dan dinukil”, juga “sesuatu yang sedikit dan banyak”. Bentuk jamaknya adalah ahadits.

Continue Reading...

Inilah Khasiat Surat al-Fatihah

Semua surat dalam al-Qur’an adalah istimewa. Penyebutan khasiat dalam judul tulisan ini bukan berarti menafikan khasiat surat yang lain. Melainkan penegasan bahwa ada surat-surat tertentu yang Allah Ta’ala pilih dan memiliki khasiat khusus yang tidak dimilki oleh surat yang lainnya.

Continue Reading...

17 Ilmu Yang Harus Dikuasai Dalam Memahami Al-Qur`an

Pada jaman akhir ini Perselisihan karena perbedaan pemahaman yang terjadi  boleh jadi dikarenakan segelintir kaum muslim terhasut atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi sehingga cara memahami Al Qur’an dan Hadits mengikuti cara  pemahaman  yang serampangan menurut pikiran dan nafsunya mereka sendiri.

Continue Reading...