0858-9126-4433TANYA VIA WHATSAPP

Wulan, Bercita-Cita Jadi Dosen, Hafal 30 Juz Setelah Jadi Sarjana

Wulan, Bercita-Cita Jadi Dosen, Hafal 30 Juz Setelah Jadi Sarjana

TIDAK ada istilah terlambat untuk sebuah kebaikan. Istilah itu cocok disematkan ke Carolina Wulandari, atau biasa disapa dengan panggilan Wulan. Ia berhasil hafal Aquran 30 juz pada usia 23 tahun, setelah pada namanya tertera titel sarjana.

Gadis kelahiran Jakarta, 07 Januari 1996 itu tak nyaris tak percaya, ternyata Alquran bisa dihafal di usia dewasa.

“Awal masuk Pesantren Irhamna Bil Quran, sebenarnya saya malu. Pendaftar lain ma lulusan SMP, SD, bahkan ada yang baru mau masuk SD, saya ma sudah sarjana baru mau menghafal Alquran,” kata Carolina Wulandari, yang akrab disapa Wulan.

Akan tetapi, karena cita-cita ingin hafal Alquran sangat besar, ia tinggalkan rasa malu itu. Bahkan, ia tinggalkan pekerjaan yang sudah ada dalam genggaman. Padahal sebagai sarjana, di sisi lain Wulan juga sangat ingin membantu orang tua di bidang ekonomi.

Dengan tinggal di Pesantren Irhamna Bil Quran, warga Jl. Manunggal V Perigi Baru Pondok Aren Tangerang Selatan, Provinsi Banten berharap bisa lebih konsentrasi menghafal Alquran, tentu saja dengan metode khusus menghafal seperti diajarkan di pesantren tersebut.

“Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan dan kelelahan yang sangat, akhirnya saya bisa hafal Alquran 30 juz dalam tempo 15 bulan. Alhamdulillah, saya juga sudah tasmi’ 20 juz,” kata Wulan, dengan wajah gembira.

Ketika masuk di Pesantren Irhamna Bil Quran pada 2018, Wulan diterima di Program takhosus. Teman-temannya yang lain di program tersebut bisa menghafal Alquran 30 juz kurang dari satu tahun.

“Mungkin karena saya sudah termasuk dewasa, sudah telat, jadi hafal Alqurannnya juga agak telat,” kata Wulan, sambil senyum-senyum.

Dan memang, kata putra pasangan Katimin (karyawan swasta) dan Sutini (ibu rumah tangga), cara dirinya menghafal sedikit berbeda dengan yang dilakukan teman-temannya.

Cara menghafal berbeda, karena Wulan mulai serius menghafal Alquran ketika usianya telah masuk 23 tahun, sementara teman-temannya rata-rata berusia belasan tahun.

Pada usia itu, tambah Wulan, kemampuan kinerja otak tidak lagi secepat usia belasan tahun ke bawah. Oleh sebab itu, ia merasa wajib menambah durasi waktu menghafal. Jika teman-temannya hanya menghafal 12 jam sehari semalam merasa sudah cukup dan dilanjut istirahat, dirinya harus menghafal 18 jam lalu baru bisa istirahat.

“Bahkan seringkali saya tidak tidur malam, demi mendapatkan ketenangan dalam proses menghafal,” kata Wulan.

Bagi Wulan, menghafal Alquran adalah sebuah perjuangan. Banyak proses yang dilalui sebelum meraih apa yang dicita- citakan, yaitu menghatamkan hafalan Alquran 30 juz.

Wulan mengakui, sebelum masuk Pesantren Irhamna dirinya pernah menghafal Alquran. Hal itu dilakukannya sambil kuliah dan bekerja.

“Akan tetapi, saya hanya berhasil menghafalkan 3 juz dalam waktu yang sangat lama. Bahkan sampai kuliah saya selesai, juga belum banyak yang bisa saya hafal,” katanya.

Itu sebabnya, Wulan memantapkan diri masuk ke Pesantren Irhamna. Sebab menurutnya, menghafal Alquran butuh kefokusan. Jika ingin berhasil menghatamkan hafalan dalam waktu yang singkat, harus ada pengorbanan lebih. Misalnya, meninggalkan duniawi.

“Paling menyedihkan dari menghafal Alquran adalah ketika kita dilupakan oleh hafalan yang sudah dihafalkan,” ungkapnya.

Menurut Wulan, banyak cara yang dilakukan demi menjaga hafalan. Salah satunya, dengan berpuasa, dzikir, dan menjaga diri. Sebab, sebenarnya yang paling sulit dari proses menghafal adalah menjaga hafalan.

“Namun menurut saya, di situlah keistimewaannya. Alquran harus tetap dijaga sampai akhir hayat,” katanya.

Kegembiraan Wulan pun datang, yakni ketika dinyatakan berhak mengikuti Wisuda Tahfidz tahun 2020. Itu artinya, ia juga akan berkesempatan memakaikan mahkota kepada motivator utamanya yang selama ini membuat dirinya selalu kuat dalam menjalani proses menghafal Alquran, yaitu kedua orangtuanya.

Sadar bahwa hingga menjadi sarjana belum bisa membalas kebaikan kedua orangtua, maka saat bersimpuh di hadapan kedua orangtua pada wisuda tahfiz, Wulan mengucurkan air mata sambil berkata,”Mamah, Bapak. Maafin Wulan yang belum bisa membalas kebaikan mamah dan bapak di dunia. Semoga Wulan bisa membalas kebaikan mamah dan bapak di akhirat. Doakan, semoga Allah meridhoi Wulan agar selalu bisa menjaga kalam kalam-Nya,” lirihnya.

Ketiga makhluk Allah itu tak kuasa menahan tangis. Suara tangis ketiganya meledak, sambil berpelukan. (tim)***

 



Sekolah Tahfidz Irhamna Bil - Qur'an

QUALITY ASSURANCE (Jaminan Kualitas)

#Hafal al-qur’an 30 juz dalam waktu super cepat (untuk level tinggi bisa hafal qur’an hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan)

#Menguasai cara menghafal cepat model file halaman pojok metode IRHAMNA (sesuai level)

#Hafal dan faham kaidah nahwu dasar metode amstilaty #Sholat Dengan Kesadaran #Berbakti Pada Orang Tua

#Prilaku Sosial Baik

#Kemampuan Komunikasi Baik

#Mampu menjadi guru teman sebaya (peer teaching)

#Disiplin

#Percaya Diri

#Nilai 6 Bidang Studi Tuntas dengan prestasi optimal

#Tartil Baca Al Quran

#Memiliki Kemampuan Untuk memimpin (leadership)

Continue Reading...

metode irhamna : menghafal semudah membalikan tangan

Continue Reading...

DAHSYAT !!! 4 BULAN HAFAL QUR'AN PLUS MUROJAAH

PESERTA PROGRAM SUPER DAHSYAT MAMPU MENYELESAIKAN HAFALAN 30 JUZ PLUS MUROJAAH HANYA DALAM WAKTU 4 BULAN SAJA. BAGAIMANA KISAHNYA?

Continue Reading...